
Sebagai salah satu sarana menambah wawasan mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta sebagai universitas yang multikultur, Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya bersama dengan Seoul Woman’s University kembali menggelar Intercultural Dialogue. Kegiatan ini diadakan setiap hari Rabu pukul 18.00 – 20.00 selama bulan Mei 2024 secara daring melalui Zoom Meeting.
Dengan membawakan tema “Let’s Paint Together”, ini merupakan kali ketiga Universitas Atma Jaya Yogyakarta bersama dengan Seoul Women’s University menggelar Intercultural Dialogue. Terdapat empat topik yang dibahas dalam kegiatan ini, yaitu artists, holidays, food, dan music culture.

Pada pertemuan pertama dan ketiga, presentasi dilakukan oleh mahasiswa Seoul Women’s University. Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta mendapatkan giliran presentasi pada pertemuan kedua dan keempat dengan membawakan tema holidays dan music culture. Meskipun demikian, rangkaian kegiatan secara keseluruhan tetap sama di setiap pertemuannya.
Dengan empat tema yang berbeda, Intercultural Dialogue diawali dengan permainan interaktif seperti tebak fakta, tebak gambar, dan tebak cara memainkan alat musik. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dari perwakilan mahasiswa mengenai topik yang sedang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Setelah mendapatkan pemaparan materi, setiap mahasiswa masuk ke breakout room yang terdiri dari 5 – 6 mahasiswa. Di sana mereka diberi kesempatan untuk berdiskusi dan saling tukar cerita mengenai topik yang sedang dibahas dari sudut pandang Indonesia maupun Korea atau mungkin dari pengalaman masing-masing peserta. Bagian ini menjadi yang paling ditunggu-tunggu karena setiap peserta Intercultural Dialogue berkesempatan untuk berinteraksi dengan lebih akrab. Kegiatan di setiap pertemuan diakhiri dengan sesi sharing. Perwakilan dari masing-masing kelompokmenceritakan apa saja yang dibahas dalam diskusi yang sudah dilakukan. Intercultural Dialogue ini merupakan diskusi budaya yang dikemas dengan menarik dan tidak membosankan bagi para mahasiswa. Tentunya karena mahasiswa dari kedua universitas yang terlibat berkesempatan untuk berinteraksi langsung dan berbagi pengetahuan serta pengalaman mereka. Lebih dari itu, kegiatan ini juga mampu mengasah kemampuan komunikasi peserta, khususnya berkomunikasi dengan teman-teman yang berbeda asal negara.
Let ’em Roll is an album by American organist Big John Patton recorded in 1965 and released on the Blue Note label.
Let
‘EM
Roll
Big
John
Patton
KANTOR PELATIHAN BAHASA DAN BUDAYA (KPBB) Dengan berpedoman pada slogan “Language is fun for everyone” (LIFE), Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya (KPBB) sebagai salah satu unit pendukung di Universitas Atma Jaya (UAJY) melayani civitas akademika untuk mempelajari bahasa dan mengenal berbagai macam budaya. Khususunya untuk pengembangan Bahasa, KPBB UAJY berprinsip untuk menciptakan pembelajaran Bahasa menjadi…
Jogja Istimewa Pendaftaran Program Jogja Istimewa Mengulang 5 November – 16 November 2018 Pendaftaran dilakukan di KPBB UAJY pada hari dan jam kerja (Senin – Jumat, 08.00 – 14.45 WIB). Program ini KHUSUS bagi mahasiswa selain angkatan 2018. Rencana Pembukaan Kelas Kursus Bulan November 2018 – English Proficiency Test Preparation (EPT-Prep) Jadwal …
Mengenal budaya tidak selalu harus dilakukan melalui buku atau ruang kelas. Melalui program Jogja Istimewa (Jogist) 2026, KPBB (Kantor Pelatihan Bahasa & Budaya) Universitas Atma Jaya Yogyakarta kembali menghadirkan pengalaman belajar budaya secara langsung bagi mahasiswa. Kegiatan yang diikuti mahasiswa Fakultas Teknik dan FISIP UAJY ini berlangsung pada Sabtu pagi, 23 Mei, dan menjadi gelombang…
Dalam rangka menyemarakkan perayaan Paskah, Kantor Pelatihan Bahasa & Budaya (KPBB) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengadakan kegiatan Easter Celebration bersama mahasiswa pada Jumat, 10 April 2026. Bertempat di Ruang Princeton, Kampus III Bonaventura UAJY, acara ini diikuti oleh 30 mahasiswa dari berbagai fakultas dan berlangsung dari pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Kegiatan ini dirancang…
Pagi di Kemadang, Tanjungsari, Gunung Kidul, Rabu (22/04), dibuka dengan langit cerah dan udara yang hangat. Jalanan desa mulai ramai sejak pagi, menandakan ada sesuatu yang tengah dipersiapkan. Warga lalu lalang dengan pakaian adat, sebagian membawa hasil bumi, sebagian lain menyiapkan atribut yang akan diarak. Hari itu, Merti Dusun kembali digelar, sebuah tradisi tahunan yang…