KPBB UAJY Hadirkan Penutur Asli Untuk Mengenal Budaya Amerika Serikat


Di tahun akademik 2023/2024 ini sudah berjalan periode keempat dari program Cross Cultural Understanding (CCU). Hari Jumat, 31 Mei 2024 menjadi pertemuan ketiga dari program CCU periode 4 yang bertempat di Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KPBB UAJY). Seperti biasa, kelas Multikultural menjadi salah satu kelas CCU yang paling diminati mahasiswa.  

Meskipun demikian, ada yang berbeda di kelas Multikultural minggu ketiga ini. KPBB UAJY kembali menghadirkan narasumber asing yang merupakan penutur asli. Narasumber tersebut bernama Maya Ganapathy, ia berasal dari Amerika Serikat. 

Ada banyak hal menarik yang Maya bagikan kepada peserta program CCU kelas Multikultural ini. Ia membagikan informasi mengenai kota-kota besar yang ada di Amerika, seperti New York, Los Angeles, Chicago, Washington D.C., Seattle, dan Las Vegas. Selain itu, ia juga menceritakan tentang olahraga, makanan, budaya, politik, pendidikan, dan media massa yang ada di Amerika. 

Tidak hanya itu, Maya juga berbagi tentang keberagaman penduduk yang ada di Amerika. Keberagaman manusia yang ada di Amerika antara lain latar belakang etnis, ras, bahasa, dan agama. Maya sendiri yang menjadi narasumber juga turut merupakan salah satu contoh dari keberagaman di Amerika. Meskipun ia lahir dan tinggal di Amerika, ia merupakan keturunan India. 

Mahasiswa UAJY yang menjadi peserta di kelas CCU Multikultur ini tentunya sangat antusias dengan informasi yang dipaparkan oleh Maya. Ketertarikan mereka akan apa yang dibagikan oleh Maya tampak dalam pertanyaan yang mereka ajukan. Mereka bertanya tentang apa saja yang ada di Amerika seperti multikultural, stereotype tentang Amerika, hingga diskriminasi yang terjadi di sana. 

Maya juga merasa senang bisa berbagi informasi tentang negara asalnya dan multikultur yang ada di Amerika. Ia juga sangat mengapresiasi adanya program CCU dan antusiasme mahasiswa, bahkan ia berjanji pada salah satu dosen pendamping program kelas CCU bahwa ia ingin kembali berbagi cerita mengenai multikultural Amerika di kelas CCU jika kemampuannya berbahasa Indonesia sudah meningkat.